Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Cigna Makin Gencar Garap Asuransi Kesehatan

Posted by jktcgnadm

Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto (tengah) bersama Chief Marketing Officer Benjamin Furneaux (kiri) berbincang dengan CEO Halodoc Jonathan Sudharta seusai peluncuran Cigna Premium Health Protection dan bekerja sama dengan perusahaan aplikasi kesehatan digital Halodoc, di Jakarta. Dilansir dari kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) makin gencar dan fokus menggarap bisnis asuransi kesehatan.

"Ini sesuai misi kami yakni menyediakan solusi kesehatan masyarakat Indonesia. Apalagi, Cigna secara global dikenal sebagai perusahaan asuransi yang kuat di bidang kesehatan," ujar Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto saat peluncuran produk proteksi kesehatan Premium Health Protection di Jakarta, Kamis (13/7/2017) di Jakarta

Herlin mengatakan, produk proteksi kesehatan Cigna memiliki manfaat yang tidak dimiliki Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan seperti medical check up.

Menurut dia, Cigna Premium Health Protection merupakan solusi perlindungan kesehatan nontunai komprehensif dengan akses perawatan hingga ke luar negeri.

Perlindungan kesehatan inovatif ini didesain untuk memberikan berbagai manfaat medis untuk masyarakat Indonesia kelas menengah ke atas dengan premi terjangkau.

Herlin menambahkan, berbeda dari produk asuransi kesehatan lainnya, Cigna Premium Health Protection memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi nasabah.

Manfaat produk ini antara lain pemeriksaan kesehatan setiap dua tahun sehingga nasabah dapat mendeteksi penyakit sejak dini, rawat jalan mencakup konsultasi medis dan pemeriksaan diagnostik, rawat inap termasuk ICU, pembedahan, serta obat-obatan pasca rawat inap.

Produk ini juga dilengkapi fasilitas nontunai di lebih dari 800 rumah sakit rekanan di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

"Ini memberikan nasabah kenyamanan dalam menentukan pilhan fasilitas perawatan kesehatan sesuai kebutuhan dan preferensi nasabah," katanya.

Menurut dia, masyarakat Indonesia kini semakin terbuka terhadap asuransi kesehatan. Kebutuhan perlindungan mereka pun terus berkembang.

"Riset pelanggan kami menunjukkan bahwa nasabah menginginkan perlindungan kesehatan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan perawatan kesehatan sekaligus menjembatani kesenjangan proteksi mereka,” ujar dia. 

Survei Skor Kesejahteraan yang diirilis Cigna tahun ini menunjukkan adanya kesenjangan perlindungan kesehatan sekalipun banyak masyarakat Indonesia yang telah memiliki asuransi.

Kesenjangan umumnya terjadi pada manfaat konsultasi dokter spesialis dan biaya pemeriksaan kesehatan (medical check up).

Karena tidak ditanggung asuransi, banyak masyarakat yang akhirnya tidak memeriksakan kesehatan mereka. 

“Padahal, pemeriksaan kesehatan secara teratur sangat penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini sehingga dapat ditangani sesegera mungkin untuk menghindari dampak finansial yang lebih besar. Manfaat utama pemeriksaan kesehatan secara berkala yang ditawarkan Cigna Premium Health Protection akan membantu nasabah semakin sadar akan kesehatan dan mengambil tindakan medis yang diperlukan, yang juga ditanggung oleh produk ini,” ujar Herlin.

Untuk memaksimalkan perlindungan kesehatan nasabah, Cigna menggandeng perusahaan aplikasi kesehatan digital Halodoc. Kerja sama ini menjadi yang pertama di Indonesia yang memberikan manfaat tambahan berupa telekonsultasi medis dan layanan pesan antar kebutuhan medis tanpa biaya.

Lewat layanan ini nasabah dapat berkonsultasi dengan 19.000 dokter dari berbagai spesialisasi via chat, voice call, maupun video call di manapun dan kapanpun. Nasabah juga memiliki akses ke lebih dari 1.000 apotek terpercaya di Indonesia untuk layanan pesan antar kebutuhan medis.

“Tujuan kami di Halodoc adalah menyederhanakan akses kesehatan supaya siapapun, di manapun bisa dengan mudah berinteraksi dengan dokter atau membeli kebutuhan medis lewat smartphone, tanpa perlu keluar rumah atau kantor,” kata CEO Halodoc Jonathan SudhartaIa.

Dengan perkembangan teknologi digital yang begitu cepat, Cigna Indonesia pun terus berinovasi untuk memberikan produk dan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.

Survei Skor Kesejahteraan Cigna di Indonesia mengungkapkan bahwa 8 dari 10 responden menggunakan aplikasi kesehatan, jauh di atas rata-rata global yang hanya 59 persen.

“Kebanyakan dari mereka menggunakan aplikasi kesehatan untuk memeriksakan gejala yang mereka alami (44 persen) dan membeli obat-obatan (34 persen). Sehingga manfaat layanan Halodoc ini sangat sesuai dengan tren yang sedang berkembang,” katanya.

Head of Product Marketing Cigna Jong Wie Siu menjelaskan,  Cigna Premium Health Protection dipasarkan melalui jalur distribusi Direct to Consumer via telemarketing dan jalur distribusi keagenan dengan premi mulai Rp 300.000 per bulan dengan manfaat dari Rp 100 juta hingga Rp 500 juta per tahun.

Peluncuran Cigna Premium Health Protection akan semakin memperkuat posisi Cigna Indonesia sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan yang menyediakan rangkaian perlindungan yang relevan seiring dengan perkembangan kebutuhan nasabah.

"Kenaikan biaya kesehatan tiap tahun terjadi melebihi tingkat penghasilan. Biaya untuk obat-obatan naik 11 persen, biaya kesehatan umum dalam lima tahun terakhir naik 13,55 persen," tutur dia.

Selain itu, tambah Jong, tingkat kenaikan biaya kesehatan di Indonesia nomor tiga terbesar di Asia setelah Vietnam dan Thailand. Sementara, nasabah di Indonesia menginginkan benefit yang bagus untuk layanan kesehatan mereka baik proses medisnya maupun fasilitas.

"Nasabah perlu benefit, tidak hanya rawat inap, tapi juga rawat jalan, bahkan bisa double klaim," kata Jong.

Tambah Jaringan

Herlin menambahkan, pihaknya  juga akan mengembangkan lini distribusi keagenan. Saat ini Cigna sudah memiliki enam kantor pemasaran di seluruh Indonesia yakni Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Banten. 

"Rencananya dalam waktu dekat kami akan membuka satu kantor pemasaran lagi. Ini untuk memperluas jangkauan kami ke daerah-daerah," ujar dia.

Menurut dia, dengan menambah jaringan, Cigna ikut meningkatkan penetrasi asuransi di Tanah Air.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Hendrisman Rahim mengatakan, penetrasi asuransi masih sangat rendah. Hal ini menunjukkan masih besarnya potensi pasar bagi industri asuransi.

Pada triwulan pertama 2017, premi bisnis baru industri asuransi jiwa mencapai Rp 25,79 triliun, tumbuh 34,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 25,79 triliun.