Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Luncurkan Premium Health Protection, Cigna Fokus pada Produk Kesehatan

Posted by jktcgnadm

CEO Halodoc Jonathan Sudharta, Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto, CMO Cigna Indonesia Benjamin Furneaux, dan Chief Director Marketing Officer Cigna Indonesia Yuda Wirawan (kiri ke kanan), berfoto bersama di sela peluncuran produk Cigna Premium Health Protection, di Jakarta, Kamis 13 Juli 2017. (Beritasatu.com/Paulus Nitbani)Dilansir dari beritasatu.com

 

Jakarta - Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) tetap fokus pada produk proteksi kesehatan meskipun pasar asuransi di Indonesia lebih dominan menyasar produk investasi.

"Ini sesuai misi kami yakni menyediakan solusi kesehatan masyarakat Indonesia. Apalagi, Cigna secara global dikenal sebagai perusahaan asuransi yang kuat di bidang kesehatan," ujar Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto saat peluncuran produk proteksi kesehatan baru Premium Health Protection di Jakarta, Kamis (13/7).

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perusahaan asuransi untuk tidak terlalu fokus pada investasi, tetapi kepada produk proteksi.

Herlin mengatakan, walaupun fokus pada produk proteksi kesehatan, tetapi Cigna tetap memiliki produk unit link. Namun, porsinya hanya sekitar 10 persen dari total bisnis Cigna di Indonesia. Sebanyak 90 persen adalah bisnis produk kesehatan.

Ia menyatakan, produk proteksi kesehatan Cigna menambahkan manfaat yang tidak diberikan BPJS kepada masyarakat, seperti medical check up. Sebab, masih ada kesenjangan "BPJS sangat membantu, ada sekitar 59 juta yang kini memiliki asuransi kesehatan. Ini meningkatkan awareness masyarakat terhadap kesadaran akan kesehatan," tambah dia.

Herlin menjelaskan, Cigna Premium Health Protection merupakan solusi perlindungan kesehatan nontunai komprehensif dengan akses perawatan hingga ke luar negeri. Perlindungan kesehatan inovatif ini didesain untuk memberikan berbagai manfaat medis untuk masyarakat Indonesia kelas menengah ke atas dengan premi terjangkau.

Herlin menambahkan, berbeda dari produk asuransi kesehatan lainnya di industri, Cigna Premium Health Protection memberi perlindungan kesehatan menyeluruh bagi nasabah. Mulai dari pencegahan dengan manfaat pemeriksaan kesehatan setiap dua tahun yang dapat membantu mendeteksi penyakit sejak dini, manfaat rawat jalan mencakup konsultasi medis dan pemeriksaan diagnostik, manfaat rawat inap termasuk ICU dan pembedahan, hingga pemulihan dengan manfaat pasca rawat inap termasuk obat-obatan.

Produk ini juga dilengkapi fasilitas nontunai di lebih dari 800 rumah sakit rekanan di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. "Ini memberikan nasabah kenyamanan dalam menentukan pilhan fasilitas perawatan kesehatan sesuai kebutuhan dan preferensi nasabah," katanya.

Ia akui, masyarakat Indonesia kini semakin terbuka terhadap asuransi kesehatan. Kebutuhan perlindungan mereka pun terus berkembang. "Riset pelanggan kami menunjukkan bahwa nasabah menginginkan perlindungan kesehatan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan perawatan kesehatan sekaligus menjembatani kesenjangan proteksi mereka,” ujar dia.

Survei Skor Kesejahteraan yang diirilis Cigna tahun ini menunjukkan adanya kesenjangan perlindungan kesehatan sekalipun banyak masyarakat Indonesia yang telah memiliki asuransi dari perusahaan. Survei terhadap lebih dari 1.000 responden di seluruh Indonesia itu menunjukkan, meski 65 persen responden beranggapan biaya konsultasi dokter umum seharusnya ditanggung perusahaan, nyatanya hanya 47 persen yang memiliki manfaat tersebut. Kesenjangan serupa juga terdapat pada konsultasi dokter spesialis dan biaya pemeriksaan kesehatan (medical check up). Akibatnya, 25 persen masyarakat memilih untuk tidak memeriksakan kesehatan mereka dalam satu tahun belakangan.

“Pemeriksaan kesehatan secara teratur sangat penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini sehingga dapat ditangani sesegera mungkin untuk menghindari dari dampak finansial yang lebih besar. Manfaat utama pemeriksaan kesehatan secara berkala yang ditawarkan Cigna Premium Health Protection akan membantu nasabah semakin sadar akan kesehatan dan mengambil tindakan medis yang diperlukan menggunakan benefit dari produk ini juga,” ujar Herlin.

Ditambahkan, untuk memaksimalkan perlindungan kesehatan nasabah, Cigna menggandeng perusahaan aplikasi kesehatan digital Halodoc. Kerja sama ini menjadi yang pertama di Indonesia yang memberikan manfaat tambahan berupa telekonsultasi medis dan layanan pesan antar kebutuhan medis tanpa biaya. Lewat layanan ini nasabah dapat berkonsultasi dengan 19.000 dokter dari berbagai spesialisasi via chat, voice call, maupun video call di manapun dan kapanpun. Nasabah juga memiliki akses ke lebih dari 1.000 apotek terpercaya di Indonesia untuk layanan pesan antar kebutuhan medis.

CEO Halodoc Jonathan Sudharta mengatakan, “Tujuan kami di Halodoc adalah menyederhanakan akses kesehatan supaya siapa pun, di mana pun bisa dengan mudah berinteraksi dengan dokter atau membeli kebutuhan medis lewat smartphone, tanpa perlu keluar rumah atau kantor.”

Ia menambahkan, dengan adopsi teknologi digital yang begitu cepat, Cigna Indonesia terus berinovasi untuk memberikan produk dan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. Survei Skor Kesejahteraan Cigna mengungkapkan bahwa 8 dari 10 orang atau 80 persen masyarakat Indonesia menggunakan aplikasi kesehatan, jauh di atas rata-rata global yang hanya 59 persen.