Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Skip to main content

Tingkatkan Indeks Literasi dan Inklusi: Edukasi Perasuransian Harus Diintensifkan

Posted by jktcgnadm
Cigna Indonesia

MedanBisnis - Medan. Masih rendahnya indeks literasi dan indeks inklusi perasuransian menunjukkan jika sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan selama ini oleh pihak terkait masih perlu lebih diintensifkan.

Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan hal itu terkait dengan data yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan bahwa secara nasional indeks literasi perasuransian pada tahun 2016 sebesar 15,76% dan indeks inklusi perasuransian sebesar 12,08%. Saat dihubungi MedanBisnis, Rabu (3/5), Gunawan mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan indeks literasi dan inklusi perasuransian tersebut rendah.

"Pertama, penetrasi tentang produk-produk asuransi masih terpusat di wilayah perkotaan. Belum menjangkau hingga ke pelosok-pelosok daerah. Padahal penduduk yang berada di daerah pelosok cukup besar. Kemudian pemahaman warga tentang manfaat asuransi sendiri masih terbatas," ujarnya. Gunawan mengatakan, besarnya jumlah penduduk di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara (Sumut), juga dapat menyebabkan indeks literasi dan inklusi tersebut rendah.

"Karena itu, perlu kerja keras baik dari otoritas terkait maupun perusahaan asuransi, untuk lebih intensif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi tentang manfaat dari memiliki asuransi tersebut," jelasnya. Khusus kepada kalangan perusahaan asuransi, Gunawan juga mengharapkan agar dapat memperbanyak jumlah agen pemasaran. "Para agen pemasaran ini juga diharapkan tidak hanya menyosialisasikan serta mengedukasi tentang produk asuransi kepada masyarakat di wilayah perkotaan saja. Namun juga hingga masyarakat di pelosok daerah.Di Sumut saja, masih banyak daerah yang belum terjangkau agen asuransi," jelasnya.

Sementara CEO Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) Herlin Sutanto mengakui jika usaha yang lebih intensif perlu dilakukan kalangan perusahaan asuransi untuk lebih mengenalkan tentang pentingnya berasuransi di masyarakat. Herlin mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan pihaknya adalah dengan membuat video-video tentang pentingnya berasuransi dan kemudian disampaikan kepada masyarakat melalui jalur media sosial.

Langkah ini melengkapi metode menghubungi masyarakat melalui jalur telepon yang sudah dilakukan perusahaan asuransi jiwa tersebut selama ini. "Kita juga terus memperbanyak tenaga professional insurance advisor dan tenaga pemasaran. Saat ini kita memiliki 500 agen yang tersebar di enam kota, yakni Jakarta, Tangerang, Bandung, Medan, Surabaya dan Semarang. Ke depan, jumlah tersebut akan terus kita tingkatkan,"ujarnya.

Chief Agency Officer Cigna Indonesia Dini Maharani menambahkan, perusahaan asuransi jiwa tersebut juga menggunakan layanan aplikasi digital untuk mendukung kinerja agen dalam melayani kebutuhan perlindungan nasabah.

"Dengan sistem yang terintegrasi, aplikasi elektronik ini akan meningkatkan efisiensi dan profesionalitas para agen sehingga akses nasabah untuk memperoleh layanan asuransi dari kami menjadi semakin cepat dan mudah," ujarnya sambil menambahkan bahwa pada tahun 2016 pihaknya telah membayarkan klaim serta manfaat lainnya kepada nasabah sebesar Rp 402 miliar. (hisar hasibuan)

Selengkapnya di Medan Bisnis Daily